Detail Poin
Poin 2 dari 47
Mindset Bisnis Apotek

Kesalahan yang sering dilakukan Pemilik Baru Apotek

1. Tidak bisa menghitung Market sekitar Apotek.

Tidak bisa menghitung berapa banyak populasi usia diatas 40 tahun radius 1 km dari Apotek. Tidak bisa memfilter berapa banyak wanita dan pria dalam populasi sekitar Apotek. Tidak bisa menghitung daya beli market sekitar Apotek, tidak bisa menghitung Potensi Profit dari market sekitar Apotek. Semua hanya kira kira saja.

Berikut ini contoh cara menghitung Market Apotek sebelum mendirikan Apotek.
Populasi : 35.800 - 42.100
Usia : 40 - 55
Radius : 1 km dari titik Apotek
dari titik ini pun bisa di break jenis kelamin, pendidikan, merk HP yang digunakan, hingga hobi atau kesukaan
dengan mengambil angka 35.000 kita bisa menghitung dengan sederhana potensi market Apotek adalah = 35.000 x Rp. 30.000,- = Rp. 1.050.000.000,-/bulan


darimana datangnya angka Rp. 30.000,- ?
usia 40 tahun keatas 90% sudah banyak mengalami penurunan kesehatan mulai dari pegal pegal, gangguan lambung, rematik, asam urat, kolesterol, hipertensi, bahkan diabetes. kebutuhan produk kesehatan sangat tinggi sekali, dan tempat yang mereka kunjungi pertama kali adalah apotek, bukan klinik apalagi rumah sakit. 
Anda bisa berhitung berapa banyak kompetitor di area yang anda inginkan dan membuat target market share yang ingin anda dapatkan. nilai uang sebesar Rp. 30.000,- sebulan adalah angka wajar yang dikeluarkan orang usia 40 tahun keatas untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuhnya.


mampukan Anda menangkap peluang itu dan memprosesnya menjadi pelanggan rutin tiap bulan ?
 

Menghitung demografi  Apotek sangat penting dalam menentukan arah dan konsep Apotek yang akan dijalankan agar cepat profit dan tidak boncoss.
 

Ebook ini akan menjelaskan secara detail alat alat bantu (tools) agar Anda bisa menghitung potensi market lokasi  tempat apotek akan didirikan
 

2. Tidak punya Skill mendatangkan pelanggan ke Apotek.

90% pemilik apotek bertumpu pada menunggu konsumen datang ke Apotek. Sehingga waktu terbuang percuma, menunggu konsumen sedikit demi sedikit mengetahui keberadaan apotek, padahal Argo operasional tinggi dan terus berjalan tiap bulan.
bayangkan jika konsumen radius 1 km dari apotek ada 20.000 orang usia diatas 40 tahun , dan yang datang ke apotek 10 sd 40 orang perhari. Berapa lama Apotek bisa nombok / bakar uang untuk menutupi biaya operasional apotek.
Dalam  ebook ini, kita akan belajar cara mengukur konsumen sekitar apotek lalu mengunjungi ribuan konsumen setiap hari tanpa keluar Apotek. Dan menciptakan omzet puluhan juta rupiah di bulan pertama buka Apotek.

Era digital ini memungkinkan kita mendatangi ribuan konsumen tiap hari tanpa keluar  Apotek. Ebook ini akan menjelaskan bagaimana caranya anda mengunjungi ribuan konsumen tiap hari tanpa harus keluar Apotek dengan efektif,efisien, murah dan tepat sasaran. 
Bagaimana dengan Anda ? 

 

3. Mempekerjakan Karyawan Fresh Graduate.

Karyawan Fresh Graduate untuk awal pendirian Apotek sangat tidak disarankan. Ketika sistem Apotek sudah berjalan, boleh mempekerjakan karyawan fresh graduate secara bertahap. Karena saat pendirian Apotek, dibutuhkan akselerasi tinggi agar konsumen yang datang terlayani dengan baik. Penelitian membuktikan profit dan nilai transaksi penjualan yang dihasilkan karyawan berpengalaman jauh lebih besar daripada selisih gaji yang harus anda keluarkan. Contoh, untuk karyawan berpengalaman di bulan awal transaksi bisa menghasilkan omzet 30 juta, namun jika tidak berpengalaman hanya dibawah 10 juta. sedangkan selisih gaji karyawan berpengalaman dan tidak di Apotek hanya kisaran 500 rb hingga 1 jt rupiah.

Pengusaha baru hanya melihat nominal didepan mata, tidak berhitung jauh kedepan saat pendirian Apotek. 

 

4. Tidak mempunyai Anggaran Promosi.

Iklan atau promosi adalah anggaran wajib yang harus di buat saat pembuatan bisnis. 95% pengusaha UMKM dan Mikro menyandarkan 100% bisnis mereka di lokasi yang strategis sebagai sarana iklan. itu tidak salah, tapi zaman ini sangat tidak tepat. Era ini sudah meninggalkan lokasi sebagai tulang punggung bisnis. Coba Anda lihat, sepi nya Harco Mangga 2, Balai Sarbini, Glodok, Pasar Tanah Abang, dan masih banyak lagi. Kalau anda lihat medsos, banyak tempat tempat kuliner yang ramai jauh dari pusat keramaian. Begitupun dengan Apotek, Pengusaha apotek harus beradaptasi dengan zaman ini, dan mengiklankan apotek mereka berkualitas melalui Media sosial. dan berita buruknya untuk Pengusaha baru, beriklan melalui media sosial lebih baik gratisan. Anda harus iklan BERBAYAR, agar iklan anda tertarget dengan baik, yaitu siapa yang harus membaca iklan anda, umurnya, usianya, hobinya, jenis kelamin, dan yang paling penting harus SECARA MASSAL DAN BISA DIULANG KE ORANG YANG SAMA ESOK HARINYA. Iklan yang efektif dan menghasilkan pelanggan bukan bisa sampai ke 100.000 orang cuma sekali, tapi sampai ke 1000 orang  berkali kali pada orang yang sama (misal 10 kali) sehingga masuk alam bawah sadar mereka tentang Hebatnya Apotek Anda.

Kesalahan besar zaman ini adalah pengusaha Apotek tidak punya anggaran promosi  yang memadai 

 

5. Tidak Mempunyai Strategi dalam Pengadaan Obat di Apotek.

Pengusaha baru Apotek 90% menunggu konsumen berdatangan, lalu menyiapkan obat yang mereka cari. Hal ini tidak salah, tapi akan membuang banyak waktu. seandainya ada 1000 konsumen datang dalam 3 bulan, maka harus menunggu 3 bulan lagi untuk kunjungan kedua. itupun kalau mereka berharap obat yang mereka cari ada di Apotek Anda. Berita buruknya adalah, begitu mereka mendapatkan di Apotek lain, 70% dari konsumen yang berkunjung akan melabeli apotek Anda TIDAK LENGKAP sehingga enggan datang kembali ke Apotek Anda. Berapa kerugian dalam rupiah yang harus anda tanggung dalam 3 bulan, biaya operasional, gaji pegawai, dan biaya lain lain untuk berspekulasi apakah konsumen akan datang kembali. 
Buku ini menjelaskan bagaimana cara Anda mengadakan Obat yang efektif dan tepat jauh jauh hari sebelum konsumen berkunjung

Pengusaha baru hanya melihat nominal didepan mata, tidak berhitung jauh kedepan saat pendirian Apotek. 

 

6. Salah dalam Menentukan Entitas Usaha 

Pengusaha baru apotek pada umumnya bersekutu dalam membuat usaha apotek untuk pertama kali. Kami Sarankan menggunakan jasa Notaris untuk membuat perjanjian usaha karena modal yang disertakan mungkin berbeda, serta hak dan kewajiban dalam usaha mungkin berbeda. Jika sendirian, kami sarankan menggunakan PT Perseorangan yang dibuat Online dengan biaya relatif terjangkau. Pada saat ebook ini dibuat, anda harus menyetorkan Rp. 50.000,- ke negara dan mempunyai PT Perseorangan yang sah untuk menjalankan usaha Apotek. Video tutorial pembuatan PT Perseorangan akan kami sertakan di pelajaran selanjutnya

Jika anda bersekutu, gunakan jasa Notaris untuk membuat perjanjian usaha Perusahaan, Jika sendirian gunakan PT Perseorangan untuk entitas usaha 

Cubit untuk zoom • Geser untuk pindah • Ketuk 2x untuk zoom cepat